Pertanyaan yang sering diajukan
Seputar vaksin HPV, jadwal dosis, keamanan, kanker serviks, dan cara mendaftar.
Tidak ada pertanyaan yang cocok. Coba kata lain, atau tanyakan langsung lewat WhatsApp.
Vaksin HPV
Apa itu vaksin HPV?
Vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap infeksi Human Papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks, serta kanker lain seperti kanker vulva, vagina, penis, dan anus, juga kutil kelamin.
Bagaimana cara kerja vaksin HPV?
Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap HPV. Ketika tubuh terpapar virus HPV di masa depan, antibodi tersebut mengenali dan mengikat virus sehingga mencegah infeksi sel.
Seberapa efektif vaksin HPV?
Vaksin HPV adalah pencegahan primer paling efektif terhadap kanker serviks. Vaksin dapat mencegah lebih dari 90% (95–100%) kanker yang disebabkan oleh HPV, dan program vaksinasi HPV termasuk dalam rekomendasi kesehatan global WHO.
Apa saja jenis vaksin HPV yang tersedia?
Ada tiga jenis: HPV2 (bivalen: Vaceta, Cervarix), HPV4 (kuadrivalen: Nusagard, Gardasil 4), dan HPV9 (nonavalen: Gardasil 9). Lihat perbandingan lengkapnya.
Jika sudah pernah kena HPV atau kutil kelamin, apakah boleh vaksin?
Boleh. Vaksin tidak mengobati infeksi yang sudah ada, tetapi dapat mencegah infeksi tipe HPV lain yang belum pernah menginfeksi Anda. Vaksinasi juga berpotensi membantu membersihkan virus kutil kelamin pada pengidap.
Berapa lama perlindungan vaksin HPV bertahan?
Data menunjukkan perlindungan bertahan setidaknya 10–15 tahun, dan mungkin seumur hidup jika seluruh dosis sudah lengkap (dua dosis untuk usia 9–14 tahun, atau tiga dosis untuk usia 15 tahun ke atas).
Apakah masih perlu Pap smear setelah divaksin?
Ya. Vaksin HPV melindungi dari sekitar 90% kasus kanker serviks, bukan 100%. Skrining rutin dengan Pap smear atau tes IVA setiap 3–5 tahun tetap dianjurkan setelah usia 21 tahun atau setelah aktif secara seksual.
Jadwal dan dosis
Berapa kali harus divaksin dan kapan waktu yang tepat?
- Usia 9–14 tahun: 2 dosis dengan jarak 6–12 bulan.
- Usia 15 tahun ke atas: 3 dosis pada bulan ke-0, 1–2, dan 6.
Waktu terbaik adalah sebelum aktivitas seksual pertama, idealnya di usia 11–12 tahun.
Siapa yang sebaiknya divaksin HPV?
- Usia 9–14 tahun (prioritas utama): kelas 5–6 SD, gratis melalui program BIAS.
- Usia 15–26 tahun: vaksinasi susulan (catch-up), perlu konsultasi dokter.
- Usia 27–45 tahun: setelah konsultasi medis dan diskusi risiko-manfaat dengan dokter.
Bolehkah vaksin HPV saat sedang menstruasi?
Boleh. Vaksin HPV dapat diberikan kapan saja, termasuk saat sedang datang bulan.
Keamanan dan efek samping
Apakah vaksin HPV aman untuk perempuan?
Ya. Vaksin HPV telah digunakan di lebih dari 100 negara dan diberikan kepada ratusan juta orang. Efek samping umumnya ringan seperti nyeri di area suntikan, kemerahan, atau demam ringan yang hilang dalam 1–2 hari.
Apa saja efek samping vaksin HPV?
Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan, sakit kepala, demam ringan, lemas, serta nyeri otot atau sendi. Reaksi alergi parah jarang terjadi; jika mengalami sesak napas atau pembengkakan di wajah, segera cari pertolongan medis.
Siapa yang tidak dianjurkan menerima vaksin HPV?
- Ibu hamil (dapat diberikan setelah melahirkan)
- Alergi berat terhadap komponen vaksin
- Sedang sakit berat atau demam tinggi
- Riwayat reaksi anafilaksis pada dosis sebelumnya
Ibu menyusui boleh menerima vaksin HPV. Konsultasikan dengan dokter untuk kondisi kesehatan khusus.
Apakah ibu hamil boleh vaksin HPV?
Tidak dianjurkan; sebaiknya ditunda hingga selesai persalinan. Tidak ada bukti vaksin berbahaya bagi janin, tetapi data keamanan pada ibu hamil masih terbatas.
Jika Anda tidak sadar hamil saat menerima vaksin, tidak perlu khawatir. Dosis lanjutan bisa diteruskan setelah melahirkan.
Apakah vaksin HPV berbahaya untuk kesuburan?
Tidak. Tidak ada bukti yang menunjukkan vaksin HPV berdampak negatif terhadap kesuburan.
Kanker serviks dan HPV
Apa itu kanker serviks?
Kanker serviks adalah perubahan sel secara tidak normal dan tidak terkendali pada leher rahim (serviks) sehingga membentuk sel kanker. Hampir 100% kasusnya disebabkan oleh infeksi HPV, terutama tipe 16 dan 18.
Dari infeksi HPV hingga menjadi kanker dibutuhkan waktu 15–20 tahun, sehingga ada peluang besar untuk pencegahan dan deteksi dini.
Seberapa banyak kasus kanker serviks di Indonesia?
- Kanker terbanyak ke-2 pada perempuan di Indonesia.
- Sekitar 36.000 kasus baru setiap tahun.
- 99% kasus dikaitkan dengan HPV risiko tinggi.
- Indonesia berada di peringkat ke-3 dunia setelah India dan China.
Sumber: WHO, UNFPA (diakses 24 Nov 2025); World Cancer Research Fund (diakses 4 Jun 2024).
Apa itu HPV dan bagaimana penularannya?
HPV adalah virus yang paling umum ditularkan melalui kontak seksual, dengan lebih dari 100 jenis. Penularan terjadi lewat kontak seksual dan kontak kulit di area genital, bahkan tanpa gejala yang terlihat. Baca selengkapnya tentang HPV.
Apa saja faktor risiko kanker serviks?
- Infeksi HPV risiko tinggi (tipe 16 dan 18)
- Aktif secara seksual di bawah usia 18 tahun
- Lebih dari satu pasangan seksual
- Infeksi berulang pada jalan kelamin
- Imunitas lemah, termasuk HIV/AIDS
- Merokok atau perokok pasif
- Riwayat keluarga dengan kanker
- Pil KB jangka panjang
- Riwayat Pap smear abnormal
Apa gejala kanker serviks?
Pada stadium awal biasanya tidak ada gejala. Di fase lanjut dapat muncul keputihan banyak dan berbau, perdarahan saat berhubungan atau di luar haid, menstruasi tidak teratur, nyeri panggul, berat badan turun, dan mudah lelah. Lihat daftar lengkapnya.
Bagaimana kanker serviks dideteksi?
- Tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat): cairan asam asetat 3–5% diteteskan pada leher rahim; area yang terinfeksi HPV berubah warna menjadi putih.
- Pap smear: sampel sel serviks diambil dan diperiksa di laboratorium untuk melihat perubahan sel.
- Tes HPV DNA: mendeteksi unsur genetik HPV yang berisiko tinggi menimbulkan kanker.
Bagaimana mencegah kanker serviks?
- Vaksinasi HPV, perlindungan hingga 90% terhadap kanker serviks.
- Rutin Pap smear mulai usia 21 tahun; jika normal, cukup setiap 3 tahun.
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok.
- Gaya hidup sehat: makan seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup.
- Seks yang aman: hindari banyak pasangan dan gunakan kondom.
Pendaftaran dan layanan
Bagaimana cara mendaftar vaksinasi?
Daftar online melalui vaksinadera.co.id/daftar atau datang langsung ke Klinik Adera. Setelah terdaftar, Anda mendapat pengingat untuk dosis lanjutan.
Bisakah vaksinasi dilakukan di rumah?
Bisa, melalui layanan Homecare Vaccine. Tim medis datang ke rumah Anda; cocok untuk lansia, anak-anak, dan yang memiliki mobilitas terbatas.
Apakah ada program vaksinasi untuk kantor atau komunitas?
Ada. Adera Immunity Tour melayani vaksinasi untuk perusahaan, instansi, dan komunitas. Hubungi kami untuk mengatur jadwal.
Bagaimana menghubungi Vaksin Adera?
WhatsApp 0811-1015-2170 atau 0811-3344-4414, telepon (0274) 2888800.
Pertanyaan Anda belum terjawab?
Kirim pertanyaan Anda ke tim kami lewat WhatsApp.